Ratusan pengikut spiritual Falun Dafa atau Falun Gong Bali berkumpul di pantai Kuta pada Selasa, 20 Juli kemarin. Mereka berusaha menghimbau kepada masyarakat luas terhadap penganiayaan yang masih berlangsung di China.
[Sudarma, Koordinator Kegiatan]:
"Penindasan telah berlangsung 11 tahun, pada 20 Juli 1999 partai komunis China melakukan penindasan terhadap kegiatan Falun Dafa di China. Jadi sekarang kita memperingati 11 tahun penindasan di China…tentunya bukan di China saja, di luar China juga merasakan adanya suatu tekanan-tekanan yang dilakukan oleh pemerintah China melalui Kedubes-Kedubes-nya. "
Berdasarkan buku tentang “Laporan Dugaan Pengambilan Organ Praktisi Falun Gong di China yang di publikasikan oleh pengacara HAM Kanada, David Matas dan Mantan Anggota Parlemen Kanada David Kilgour, organ tubuh pengikut Falun Gong telah diambil hidup-hidup.
[Sudarma, Koordinator Kegiatan]:
"Jadi banyak praktisi-praktisi dimasukkan ke kamp-kamp kerja paksa, banyak praktisi yang dikurung di kamar-kamar gelap yang sudah diluar batas kemanusiaan. Dan banyak juga praktisi yang disuntik dengan obat keras sehingga menimbulkan gangguan jiwa. Juga yang paling kita tidak kita inginkan ini ternyata terjadi di China bahwa semua praktisi yang dianiaya ini banyak organ-organ dalamnya diambil dan dijual paksa dengan harga yang tinggi. Jadi kita di sini melihat suatu penyelidikan resmi dari David Matas dan David Kilgour bahwa organ-organ yang dijual itu memang betul-betul kebanyakan dari praktisi Falun Dafa. Ini suatu hal yang sudah tidak bisa ditoleransi lagi dan harus dihentikan."
Seorang wisatawan asal Holland sangat prihatin dengan situasi HAM di China.
[Jack Huibrechtse, Wisatawan Asal Holland]:
"Saya pikir HAM sangat penting bagi semua orang di dunia, baik di China, Amerika, dan negara-negara lainnya."
Acara diakhiri dengan renungan nyala lilin bersama, mengenang para praktisi yang telah meninggal akibat penganiayaan di China
http://erabaru.net/ntdtv-videos/91-ntd-new...ayaan-di-china-